Sabtu, 04 April 2020

Ada 5 fakta unik tentang Candi Sukuh, Ini Dia Untuk Anda

Fakta Unik Candi Sukuh


1. Situs Candi Sukuh pertama kali diungkapkan oleh Johnson, penduduk Surakarta pada masa pemerintahan Inggris Raya di Jawa pada tahun 1815. Johnson kemudian ditunjuk oleh Thomas Stanford Raffles untuk mengumpulkan data untuk menulis bukunya History of Java. Setelah era Britania Raya berlalu, pada tahun 1842, arkeolog Belanda Van der Vijs melakukan penelitian. Kemudian restorasi pertama dimulai pada tahun 1928.


2. Pembangunan Candi Sukuh sederhana dan berbeda dengan candi di Indonesia. Kuil Suku segitiga dalam bentuk trapesium cenderung semi-piramida di Mesir, atau situs warisan Maya di Meksiko, atau situs Inca di Peru.

3. Membangun Candi tidak elegan dan sepertinya terburu-buru. Dia mengklaim bahwa situasi politik yang kacau sebelum jatuhnya kekaisaran Majapahit menjadikannya mustahil untuk membuat kuil yang besar dan indah.

4. Kuil ini terdiri dari 3 teras. Di balkon pertama ada gerbang utama dan memo memengku, yang berbunyi di gerbang buta Jawa aban wong (sebuah gerbang raksasa untuk memangsa orang-orang). Kalimat tersebut memiliki arti angka 9, 5, 3, dan 1, yang jika direfleksikan akan berarti 1359. Angka ini dianggap sebagai tahun berdirinya Kuil Sekka, yaitu 1359 Saka atau 1437 M.

Selain itu, di balkon kedua ada juga gerbang (saya kehilangan atapnya), patung penjaga pintu, dan candrasangkala, dalam bahasa Jawa membaca gajah wiku anahut buntut sapi, artinya (pendeta gajah menggigit ekor). Kata-kata tersebut berarti 8, 7, 3, dan 1, yang dapat diterjemahkan jika dibalik dengan angka menjadi 1378 saka atau 1456 AD. Di balkon ketiga ada halaman besar dengan candi utama dan 5 panel relief di sebelah kiri dan patung-patung di sisi kanan candi. Kemudian di atas candi utama ada sebuah alun-alun dan merupakan tempat untuk persembahan dan doa.


5. Kuil Suku memiliki banyak relief dan patung yang menggambarkan penis, yoni, atau alat kelamin manusia secara eksplisit. Benda-benda penis dan yoni itu kemudian mengklasifikasikan Candi Sukuh sebagai candi Hindu. Selain prasasti penis dan yoni, ada juga prasasti yang menggambarkan rahim, yang diukir dengan sangat jelas.

Baca Juga : Mitos Pacaran di Candi Cetho

Selain fakta-fakta ini, masyarakat sekitarnya juga percaya pada mitos yang terkait dengan Candi Sukuh. Ini membuat beberapa pengunjung kuil melakukan hal-hal yang berkaitan dengan mitos yang berkembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar